Kampung dalam Kenang

Mingkin akan pulang
mungkin juga tidak

merindui jalan setapak dan nyanyian pipit sawah

Mungkin akan pulang
mungkin juga tidak

begitu banyak kenang
begitu banyak bayang
antara hilir dan hulu
antara padi salibu, buah rumbia
antara batang cempaka, buah sago
pada pematang jejak bercerita
rimba itu tak lagi sejuk
rumah di desa itu tidak lagi beratap ijuk

Mungkin akan pulang
mungkin juga tidak

tapi masih membaui dalam kenang
wangi bunga ilalang
di halaman rumah
daun sirantan hingga sikaduduk
Juga sianik yang mengilu luka

di sini, di kota ini
menyeruput kopi di senja menuju kelam
kenangan tetap saja mengawang
membawa rindu yang ngilu
masa itu…
tak sempurna terbuhul mati

Kampung kecil itu tetap menyita cinta

entahlah…
bagaimana bisa menikmati kenang?

jalan setapak telah berganti aspal
nyanyian pipit berganti raung kendaraan
kanak-kanak tak lagi mencari kayu api
android telah menyita seluruh waktu

mungkin akan pulang
mungkin juga tidak
biarlah waktu yang menjawab…

entahlah…
manusia menuju pulang,
pulang yang abadi, itu pasti.

●28/7/2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *