Malam ini
sajak perempuan luka,
Pramuria,
tidak membelah laut
tidak merengkuh gunung
tidak menentang badai
tapi sajak membelah hatinya
sepotong untuk malam
yang berhujan
sepotong tetap, dalam jiwa
tanda dia ada
pada sisi dunia
meski remuk
di antara banyak peluk
darah hati itu kering,
telah dia teguk
bersama musik dari air mata
lalu dia berlari..
lalu dia bernyanyi..
diantara pendar cahaya diskotik
dalam hentakan kaki
atau pelukan lelaki
di antara sunyi
di antara nyeri
tanpa hati.
●2025
