Anak-anak surga
ruhnya memandang pilu
pada negeri yang poranda
pada ayah bunda atau saudara yang terluka
Anak-anak surga
Ceceran darahnya mewangi bunga
membalurkan riuh di negeri para malaikat
menyambut mereka penuh tawa
: sini nak, sini jiwa suci
: berayun di tali surgawi
: menyusu di payudara para bidadari
: sini nak. sini jiwa suci
: negerimu telah diamuk para durjana
: sini nak, sini jiwa titipan Illahi
: tunggui ayah bunda dalam indahnya taman Sorga
anak-anak surga
lihatlah, tak lagi membawa air mata
peluru, bom atau pun ranjau
membekukannya bersama nyawa yang hilang oleh perang
tapi tawa anak-anak surga itu alangkah dinginnya
bersama sayap bidadari yang membawanya pergi
memandang sunyi
pada negeri yang luluh
pada jiwa-jiwa yang meregang pilu
: bunda, bagaimana kami akan membangun negeri ini
jika secepat ini maut menjemput kami?
: bunda, ke mana rindu nak dibagi
jika secepat ini pelukanmu harus kami ungkai?
: bunda, ke mana nak kami cari
jari kaki, tangan atau pun anggota lain yang tercecer mesiu itu?***
