Pulang mu Adalah Tanda

Engkau telah sampai di rumah Tidak sekedar singgah
tapi menetap abadi

nyeri pada hati
ngilu pada jiwa
kala melihat rumahmu tertutup rapi
Airmata tak cukup pembasuh perih

jarak itu tak bisa lagi ditempuh
meski sekedar menyapa
kau tak lagi raga

Mungkin ada mu masih bisa
tentang tutur yang bermakna
baik mu pada siapa saja
jadi cerita
Engkau pernah ada
pernah bersama
dalam ikatan pertemanan
yang tiada sirna

Ahhh…
Apa yang kami bisa?
Tiada
Selain berkirim doa
atau sesekali menabur bunga
pada rumah mu yang kaku bisu

Aahhh…
Tapi pulang mu juga pertanda
Tak lama lagi
bisa saja waktu kami tiba

pulang mu memberi jeda
agar kami jangan terus terpaku
pada dunia
ini hanya fana

pulang mu memberi tanda
setiap yang bernyawa
akan sirna

Engkau telah sampai di rumah
Kami masih singgah

Apa yang kita punya?
tiada
apa yang kita bawa
kala waktunya tiba?
tiada
hanya amal saja.***

(Malam saat Mama berpulang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *